Local SEO dan Cara Optimalisasinya (Bagian 1)

Mari kita asumsikan bahwa Anda memiliki sebuah bisnis offline dengan niche “toko roti” yang memiliki persaingan cukup ketat karena toko Anda berlokasi di sebuah mall di salah satu kota besar di pulau jawa, yang karena keuletan Anda mengelolanya sudah menjadi toko branded alias sudah terkenal di kalangan pengonsumsi roti bahwa berbelanja roti di toko Anda membuat hati mereka bangga daripada jika berbelanja di toko roti lain yang kurang. Meskipun toko roti lain adalah saingan toko roti Anda, namun Anda tidak pernah berpikir demikian, melainkan rekan sesama toko roti saja.

Toko roti milik Anda memiliki omset yang cukup besar, yang tentunya menurut dugaan para pesaing toko roti Anda pastilah meraup keuntungan yang cukup besar, namun tidaklah demikian pada kenyataannya karena Anda lebih menyukai lebih besar omset dengan keuntungan lebih kecil daripada lebih kecil omset dengan keuntungan lebih besar karena hal yang sedemikian itu akan membuat rival Anda di niche yang sama dengan Anda, toko roti, bertekuk lutut kepada Anda karena tidak kebagian omset.

Anda mengerti bahwa Anda tidak harus hidup dari keuntungan yang Anda dapatkan dari berputarnya toko roti Anda yang sudah “toko branded” melainkan Anda masih tetap bekerja di sebuah kantor dengan penghasilan yang lumayan besar karena Anda sudah dikenal memiliki kredibilitas tinggi sehingga bos Anda, yang bukan orang lokal, mempercayai Anda.

Belakangan ini Anda merasa cukup payah mempertahankan brand toko roti Anda di pangsa pasar lokal karena telah muncul toko roti-toko roti baru yang sepertinya meminta Anda berbagi pasar dengan mereka, dan bahkan terkesan mereka telah bersatu untuk melawan serta menjatuhkan toko roti Anda. Bukannya Anda merasa takut dimusuhi, tetapi menurut Anda buat apa saling bermusuhan, daripada begitu Anda memiliki pemikiran alangkah baiknya semua toko roti di kota Anda bersatu di bawah brand Anda, bahkan Anda pun tidak memiliki niat untuk memungut fee dari toko roti yang bernaung di bawah brand Anda melainkan sebuah pertemanan hangat sudah cukup sebagai gantinya. Ide Anda ini tentunya ide yang brilliant namun pastinya banyak yang menentang dengan alasan harga diri toko roti masing-masing yang tidak mau diremehkan karena harus bernaung di bawah brand toko roti milik Anda…

Suatu ketika Anda melihat anak Anda membuka perangkat mobilenya yang merupakan keluaran dari sebuah brand yang cukup terkenal, dimana Anda telah sedikit bersusah-payah menyisihkan uang gaji untuk membelikannya (wow, Anda hanya menggunakan keuntungan toko roti Anda untuk membiayai pembesarannya saja). Terdiam sejenak, anak Anda sedang melakukan pencarian “tempat ngopi enak” menggunakan peramban di perangkat mobile-nya, tertampak oleh mata Anda dimana Anda sedang duduk di sampingnya hasil pencarian yang isinya peta serta link-link google bisnisku. Terbetik di dalam benak Anda apa yang akan terjadi seandainya ada seseorang yang mencari “toko roti murah dan enak” kemudian peta toko roti milik Anda tampil di peramban pada perangkat mobil miliknya, atau google bisnisku milik Anda tampil di urutan teratas? Wow, tentunya hampir dapat dipastikan orang tersebut akan mempelajari lebih tentang toko roti milik Anda, walaupun tidak menutup kemungkinan mereka tidak langsung membeli roti dari toko Anda, namun mereka akan mengetahui brand toko roti Anda itu “ada” dan mungkin saja akan melakukan pembelian di lain waktu ketika mereka memerlukannya.

Sekarang, Anda telah memiliki ide baru tentang bagaimana caranya menggunakan media daring untuk memperkokoh brand toko roti milik Anda secara lokal di kota dimana toko roti milik Anda tersebut berada. Anda berpikir sebelum menguasai pasar roti di kota lain Anda harus menguasai pasar roti lokal di kota Anda lebih dulu, dan kini sebuah senjata pemasaran baru untuk toko roti milik Anda telah Anda temukan yakni senjata pemasaran daring…

(Bersambung ke bagian 2)

Tinggalkan Balasan